Selasa, 15 Mei 2012
Twivortiare by Ika Natassa
Di Divortiare kita ditinggalkan pada ending yang 'ya... lo pikir saja sendiri lanjutannya setelah Beno dan Lexy (lebih suka panggilan ini) sama2 ke NasGor Sabang yg fenomenal itu!' Bagi orang kepo tingkat dewa seperti saya, bakal tersiksa deh menerka-nerka bagaimana perjalanan hidup mereka nantinya. Saat Twivortiare sudah ada ditangan dan saya mulai membaca, yang saya tahu setelahnya kekepoanku masih tidak akan terhenti. Penyajian cerita dengan gaya ngetwit seakan membuat kita merasa memiliki teman yang menceritakan kehidupannya dan itu terasa nyata. Novel ini menunjukkan sesuatu secara sederhana but ngena banget. Twit Lexy yang saya suka banget dari Twivotiare ini '...it's impossible for us to find a perfect spouse if we model him/her toward someone, atau toward our own sets of criteria.' N', di bagian akhir buku ini justru saya dibuat menangis gara-gara suratnya Beno ke Lexy, melegakan sih... :)
Pesan saya, beli bukunya dan tetaplah follow @alexandrarheaw, ceritanya belum berakhir selama kita masih kepo. :p
XOXO
*Suatu saat saya akan review buku ini dengan lebih baik beserta buku k' Ika Natassa yang lain. Belum sempat booo... -.-v
*Buku yang saya punya limited terbitan nulisbuku dan sudah g' diproduksi lagi jd klo mau, selamat menunggu terbitan Gramedia meluncur kepasaran beberapa bulan lagi. :)
Le Petit Prince: Pangeran Cilik by Antoine de Saint-Exupéry
Senin, 12 Maret 2012
Me and Formula 1
Hobi nonton sepakbola mungkin sudah hal yang lumrah bagi golongan Hawa apalagi Adam. Tapi, nonton F1, if you are a woman, kadang-kadang dipertanyakan terutama karena banyak juga laki-laki yang g’ doyan nonton ini. Satu lagi, siap-siap saja bakal dicurigai hanya suka karena pembalapnya ada yang cakep. Demi Tuhan deh tuduhan ini… Memang sih hal itu g’ dipungkiri ada, tapi ‘hellooow!’ porsi u/ liat muka mereka itu cuma sebentar, selebihnya helm saat balapan. Klo hanya tampang, mending download foto atau video wawancara dan selebrasinya, g’ usah tongkrongi mobil memutari sirkuit selama berjam-jam. Kenapa saya jd ngedumel ya??? Lanjuuut!!! Jadi, saya bukan penikmat F1 tipe kayak itu ya… ;)
Saya serius nonton F1 mulai kelas 1 SMA tahun … (diedit, ketahuan tuanya nanti). Mulai liat-liat sih sejak SMP, zaman mba’ Feny Rose jd host-nya (mulai deh tebak-tebak usia) tapi waktu itu masih labil dan g’ ada teman yang suka nonton jadi cuma skali-kali saja, itu juga g’ sampai selesai. Awal-awal masuk SMA pastinya belum terlalu kenal sama teman-teman sekelas, kebetulan saya duduk paling depan (ketahuan g’ tinggi). Sebelum pelajaran dimulai, kayaknya masih pagi deh waktu itu, teman yg duduk di bangku belakang saya sibuk cerita, saya sih cuma nguping. Akhirnya, ketahuan mereka cerita tentang balapan mulai dari MotoGP sampai F1. G’ tahan, saya balik badan ikut nimbrung walaupun hanya tahu dikit. Saya kemudian tahu yang satu penggemar Kimi (yg ini tipe awalnya liat tampang tapi akhirnya cinta sama F1), satu lagi suka Montoya (semakin ketahuan dari zaman mana saya berasal) dan, saya waktu itu suka Ferrari (faktor Schumi lagi berjaya). Kelas 2, anggota bertambah, yang satu ini suka sama Ralf. Dia sih gampang bergabung karena sudah berteman dengan 2 orang sebelumnya sejak SMP. Singkat cerita, tiap hari Senin setelah balapan (pagi malah,sampai klo lagi upacara), klo ada info F1 termasuk klo sy lagi bawa majalah F1 or tabloid olahraga, bahkan tiap hari kita pasti kumpul sambil ngobrol dengan segunung snack. FYI, anak laki di kelas saya waktu itu g’ ada yang suka F1, saya malah curiga satu sekolahan g’ ada yg suka.
Setelah tamat SMA, biarpun masih satu universitas dan si penggemar Montoya yang kemudian jd penggemar Button malah satu jurusan sama saya, kita sudah jarang cerita karena mereka sibuk dg kuliah dan g’ sempat nonton. Saya? Tetap nonton n’ update walaupun kadang ada yang terlewat. Sedih sih ya… tp, mau gimana lagi?
Di tempat kuliah, saya malah ketemu 2 senior yang lagi-lagi cewek dan suka Kimi. Waktu pengkaderan malah bahas F1 klo ktemu dia, senior-seniorku memang smua baik sih. Hehehe… Beberapa tahun kmudian mereka selesai. Saya sendiri dg F1 ini? Tidak… Di klub menembak kampus saya masih ada satu senior yang suka F1 (Ferrari dan Alonso), again n’ again dia cewek juga. So, saya tetap punya teman ‘heboh2’ tentang F1… :D
XOXO
@gojimal (sekarang jadi fans RBR)
Senin, 30 Januari 2012
Hai kamu...
Yang entah di mana
Yang kurindukan
Yang menari-nari dipikiranku
Yang hidup dalam imajiku
Yang darimu Allah menciptakanku
Hai kamu…
Kuingin cerita
Kuingin curahkan segala rasa
Kuingin bertemu denganmu
Kuingin tahu bagaimana rupamu
Kuingin menyempurnakan ibadahku bersamamu
Hai kamu…
Apa yang sedang kau lakukan?
Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?
Apa kau ingin segera bertemu?
Apa kau telah bertanya pada Pencipta di mana Aku berada?
Apa kau juga bertanya bagaimana kita akan bertemu?
Hai kamu…
Kapan kita bertemu?
Akankah kita bertemu di dunia ini?
Bertemu di mana?
Semoga Tuhan menuntun kita.
Semoga kita bisa saling menuntun.
Hai kamu…
Kucoba...
Sayangnya…..
Yang hilang tak semestinya hilang
Yang tertinggal tak semestinya tinggal
Kucoba menghapus yang tertinggal
Kucoba kembalikan yang hilang
Sayangnya……..
Sekeras apapun kucoba, tak pernah berhasil
Kucoba melukis harapan
Kucoba merangkai cerita
Sayangnya…..
Yang kucipta hanyalah mimpi semata
Kini kulantunkan syair kehidupanku
Kudendangkan lagu
Kumainkan musik
Namun, tak ada yang dapat menikmatinya…
Jumat, 25 November 2011
Bimbang…
Biarlah Aku di sini hanya memandang dan menyentuhmu lewat pikiranku…
Kuserahkan dan kupasrahkan jalanku tentangmu pada Tuhan…
Bertemu denganmu adalah takdirku…
Berteman denganmu adalah pilihanku…
Jatuh cinta padamu di luar kuasaku…
Selasa, 28 April 2009
Pas2an tapi Cukup

Awal bulan mungkin hal yang menyenangkan buat beberapa orang. Mayoritas pekerja menerima gaji, begitu pula dengan mahasiswa yang menerima kiriman dari orang tuanya. Saat-saat inilah banyak yang mulai “lapar”, menghampurkan uangnya pada hal-hal yang sebenarnya g’ perlu. Baru pertengahan bulan mereka akan mengeluh kekurangan bahkan kehabisan uang dengan seribu satu macam alasan. Ada juga yang sebenarnya punya uang saku lebih banyak bahkan 4-5 kali lipat dari temannya tapi tetap aja dia juara dalam menghabiskannya. Ujung-ujungnya stress orang ini malah dua kali lipat dari yang uang sakunya lebih kecil.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk masalah ini, tetapi yang terpenting adalah kesadaran yang punya duit. Salah satu caranya aaaaaaddaaaaaaalaaaaaaah:
1. pergi ke warung terdekat di kota Anda,
2. belilah setidaknya 4-6 lembar amplop. Jika penjualnya tidak menjual amplop, jangan kecewa, kembalilah ke rumah/kosan Anda dengan tangan hampa. Ambil hikmahnya bahwa Anda tidak kehilangan uang hanya untuk membeli amplop yang sebenarnya bisa Anda buat sendiri,
3. setelah Anda memiliki amplop, tulislah kata-kata ke masing-masing amplop ( biaya kos, biaya makan, transportasi, kegitan perkuliahan, keperluan tak terduga) atau sesuaikan dengan prioritas Anda,
4. hitung biaya harian Anda untuk setiap prioritas, kalikan dengan jumlah hari dari mulai Anda menerima uang sampai hari menerima uang lagi (jumlah hari dalam sebulan),
5. usahakan uang Anda dalam nominal yang berbeda-beda,
6. masukkan uang ke dalam masing-masing amplop,
7. jika meminjam dari amplop lain, segera kembalikan (walau dalam nominal yang kecil)
8. gunakan uang Anda sesuai aturan pakai. JANGAN DIUTAK-ATIK.
Perlu juga diperhatikan saat menuliskan prioritas, Anda perlu memikirkannya dengan baik jangan melalukan pembenaran pada hal-hal yang sebenarnya tidak penting dan mustahil untuk Anda. Cek amplop setiap akhir minggu untuk mengetahui apakah uang yang ada masih sebanding dengan jumlah hari yang tersisa. Lakukan pula analisa keuangan di setiap bulannya untuk meningkatkan ketelitian Anda dalam mengaturnya. Selain itu, jika beruntung maka Anda akan menemukan hal yang menyenangkan di setiap pengecekan terakhir (akhir bulan).
Jika Anda dalam mengatur uang termasuk orang yang parah+payah maka saya sarankan uuntuuuk:
1. jangan menggunakan kartu kredit/ATM untuk menyimpan uang,
2. titip uang Anda (sebagian) pada teman yang terpercaya dengan kemampuan dalam ilmu financial yang bagus,
3. menghindari dua huruf pada akhir kata, jangan sampai karena dua huruf ini usaha Anda jadi sia-sia (-ji). Sebagai contoh: seribuji, adaji sebagian uang sama temanku, adaji amplop pengeluaran tak terduga, dst.
4. jika ke mal makanlah terlebih dahulu di rumah Anda dank lo perlu bawa air skalian,
5. klo jalan-jalan bawa uang seperlunya dan jangan bawa kartu ATM,
6. kurangi frekuensi ke pusat perbelanjaan,
7. klo terpaksa mengutang jangan lebay, usahakan ada hitam di atas putih, ingat utang Anda, catat, dan segera lunasi.
8. Klo ngutang jangan banyak gaya (udah ngutang, banyak bacot pula),
9. ingat orang tua Anda, ingat saudara/i Anda, ingat orang-orang tidak mampu di sekitar Anda, dan ingatlah kepada Allah SWT.
Mungkin Anda telah melakukan segala cara, tetapi uang tersebut tetap saja tidak cukup. Hal ini, bisa saja bukan sepenuhnya kesalahan Anda lagi. Bisa saja uang yang orang tua Anda berikan memang tidak cukup atau saat menghitung biaya harian, Anda lebay (berlebihan). Klo ini terjadi sebaiknya diskusikan dengan orang tua Anda (jangan takut atau segan). Bila keadaan ekonomi Anda benar-benar tidak memungkinkan cobalah cari penghasilan lain (yang halal).
Selamat Mencoba……………
Jika Gagal, Coba lagi………..

