Senin, 01 April 2013
Cerita-cerita
Fiuuuh... Setelah 2 bulan lebih baru sempat mengisi blog ini lagi. Mau gimana, itu diluar kehendak saya (g' sepenuhnya juga sih). 2 bulan ini kemana? Ya, g' kemana-mana sih. 2 bulan ini saya di rumah saja, bersahabat sama bantal, kasur, dan berpuluh butir Vermint (bukan iklan). Sudah bisa ditebak? Yup, saya gejala tifus dan parahnya itu bolak-balik tepatnya 3 kali. Banyak cerita sih yang terpikir dan ada 2-3 buku yang terbaca tapi belum sempat untuk ditulis. Tulisan buat ChicMagz pun belum kelar. Semoga saya cepat pulih dan bisa menuliskannya sesegera mungkin. Aamiin... :)
Review Kukila
Nama dan karya Aan
Mansyur sebenarnya bukanlah sesuatu yang asing bagi saya. Kami tinggal di kota
yang sama dan saya terkadang menikmati
karyanya lewat twitter dan blog. Pertama kali menikmati karya beliau dalam
bentuk buku lewat cerpen “Hujan. Deras Sekali” di buku Perempuan yang Melukis
Wajah. Namun, baru kali ini menikmati karyanya dalam satu buku yang utuh.
Kukila selain judul
bukunya juga merupakan judul salah satu cerpen dan sering dijadikan nama tokoh dalam
kumpulan cerpen ini. Apa arti Kukila? Alangkah baiknya jika mengetahui dengan
membacanya sendiri. Ada 16 cerita dalam
cerpen ini namun ada beberapa yang pernah dipublikasikan di antologi cerita
pendek dengan beberapa perubahan.
Dalam review ini saya
tidak akan menjabarkan pendapat saya satu per satu tentang cerpen-cerpen yang ada dalam buku ini (baca:
malas), bisa dibilang mewakili secara keseluruhan. Kukila (Rahasia Pohon Rahasia) merupakan
cerpen yang terpanjang dalam kumcer ini, menarik, kata-kata yang memikat, membuat
penasaran apa lagi dengan alurnya yang bolak-balik tetapi terkadang bosan juga.
Suami-istri mencintai orang yang sama bahkan sebelum mereka menikah. Cerita
yang jika diceritakan secara biasa mungkin saya tidak akan jadi/tidak
membacanya sampai akhir dan ini juga berlaku untuk beberapa cerita lainnya
dalam buku ini. Bukan tidak bisa menerima tapi halusnya “bukan untuk saya”.
Saya tidak menyesal
membeli buku ini, dari setiap buku pasti ada hal bisa kita dapatkan.
Kamis, 17 Januari 2013
Review Confession of a silly Drama Queen
Cinta merupakan tema
yang sudah sering diangkat dalam sebuah novel. Banyak kisah cinta bertebaran di
muka bumi yang meski sederhana tapi terkadang sulit dipahami. Kisah cinta yang
saya baca kali ini benar-benar jauh dari umur saya sekarang, kisah cinta anak
SMA. Kisah yang telah lama kita lalui meski tak bisa dipungkiri merupakan
bagian yang membuat kita seperti sekarang ini.
Terus terang saat
membelinya saya berpikir, “OMG, saya membeli buku dengan kisah anak SMA? Ini
konyol.” Tapi, saya tetap membelinya karena ada yang bilang cerita ini ditulis
dalam ramuan yang pas. Entah apa maksudnya, yang pasti bukunya sudah di tangan
dan tidak ada kata mundur untuk membacanya.
Chacha
Charlezza
“I
fall in love in first sight and it’s so intoxicating”
Saat orang “normal”
mengatakan ini mungkin kita akan memutar bola mata tapi ini menjadi terdengar
wajar ketika yang mengatakannya adalah seorang Queen Bee, gadis populer di
sekolah. Gadis yang di mana dia berada semua mata tertuju padanya. Gadis yang
menjadi rebutan cowok-cowok sekolah. Gadis yang bisa mencampakkan cowok mana
pun bila ia sudah bosan. Bagaimana ketika dia jatuh cinta dan justru mengejar cowok
yang dia suka? Bagaimana jika cowok itu adik kelas yang kutu buku? Bagaimana
ketika tiba-tiba dia diputuskan? Bagaimana semua kejadian ini (diputuskan) mengubah
hidupnya yang penuh drama itu?
Megale
Idea
Murid baru yang masuk
ke sekolah bergengsi nan mahal karena otaknya. Kutu buku, juara olimpiade
sains, dan penerima beasiswa. Bagaimana bisa dia mau pacaran dengan senior yang
sejak pertama bertemu telah membuatnya merasa terintimidasi? Gadis yang berbeda
jauh darinya. Gadis yang bisa dibilang hampir tak dia kenali karena tak menjadi
dirinya sendiri. Megapa akhirnya dia tiba-tiba memutuskan gadis itu?
Menarik, buku ini
ternyata tidak membosankan. Disajikan dalam gaya SMA, tidak dibuat sok dewasa.
Banyak percakapan via facebook dan email antar tokohnya tapi tidak merusak
cerita malah justru memperkuat. Penulis membuat kita lebih menyelami apa yang
ada dalam pikiran masing-masing tokohnya. Ya, ramuannya benar-benar pas. Jika
menggunakan kata-kata sendiri maka saat membaca buku ini saya merasa sedang
menari-nari mengikuti irama. 3,5 bintang dari 5 bintang.
Buku ini menunjukkan
bahwa pria lebih mengunakan logika sedangkan wanita lebih pada perasaaan.
Banyak hal yang terkadang tak bisa dimengerti dari kedua belah pihak. Pria tak
mengerti bagaimana pentingnya alat make up bagi wanita. Wanita terkadang tak
bisa mengerti ego pria. Satu yang saya sangat setuju dari buku ini, kita
harusnya jadi diri-sendiri bukan jadi apa yang ingin orang lihat. Buat apa jadi
orang yang menarik di mata orang lain padahal kita sendiri tak bahagia?
Senin, 07 Januari 2013
Wardah Olive Soft Scrub n Body Butter
Sejak berabad lalu
zaitun telah dipercaya memiliki berbagai macam manfaat. Begitu juga dengan
minyak zaitun yang diperoleh dari ekstrak minyak hasil pemerasan buah zaitun
tua. Selain berguna untuk kesehatan, konsumsi rumah tangga, juga diyakini
berkhasiat dalam bidang kecantikan. Minyak zaitun bagi kecantikan berfungsi
sebagai antioksidan dan pelembab alami. Karena keyakinan ini pulalah saya
pernah, dari ujung kaki sampai ujung rambut, menggunakan produk yang mengandung
minyak buah ini. Sekarang pun saya masih mempertahankan terutama untuk
perawatan kulit seperti scrub dan body butter. Sempat gonta-ganti beberapa merk
akhirnya sekarang saya melabuhkan hati pada Wardah.
Wardah merupakan
produsen kosmetik yang mengusung tema halal di setiap produknya menghadirkan soft
srub dan body butter dalam beberapa varian. Dari berbagai varian itu tentu saja
saya memilih Wardah Olive Soft Scrub dan Wardah Olive Body Butter. Wanginya yang ringan
membuat kita tidak akan cepat bosan dan percaya atau tidak wanginya tahan lebih
lama meski telah beberapa kali membasuhnya.
Wardah Olive Soft Scrub
meski memiliki tekstur tidak terlalu creamy tapi sangat nyaman saat dioleskan dan
digosokkan ke kulit. Butiran scrubnya yang lebih banyak dan halus terbukti bisa
mengangkat kotoran serta sel-sel kulit mati dengan cepat tanpa harus memakainya
banyak-banyak. Scrub ini punya kelebihan karena juga bisa digunakan untuk kulit
wajah. Awalnya saya tidak percaya dan ragu-ragu untuk mencobanya, takut terjadi
hal yang tidak diinginkan pada wajah. Namun, akhirnya saya memberanikan diri.
Hasilnya wajah lebih bersih dan halus. Mungkin untuk mencoba hal yang satu ini
beberapa orang tetap tidak akan berani apalagi yang berkulit sensitive. Jika
tetap ingin memakainya saya sarankan untuk mencobanya sedikit di kulit bagian
rahang, bila tidak terjadi iritasi, Anda mungkin bisa mencoba keseluruh wajah.
Sehabis mandi dan
mengeringkan badan, saya memilih menggunakan body butter dengan aroma dan merek
yang sama. Bahkan, sebelum tidur pun saya memakai Wardah Olive Body Butter ini.
Cukup dioleskan tipis-tipis, kulit pun tampak lembut, lembab, dan sehat. So, tunggu apa lagi, manjakan kulit Anda
dan rasakan sensasi eksotis aroma zaitun!
Product: Wardah Olive
Soft Scrub Rp 26.000,- / 150ml
Wardah
Olive Body Butter Rp 34.000,- / 150ml
(masing-masing
juga tersedia dalam kemasan 240ml)
(harga
di setiap daerah dan outlet bisa saja berbeda)
Segalanya
Di sini dengan perasaan
tak karuan.
Mata yang berkabut.
Jemari yang bergetar
tak kokoh memegang pena.
Ada tanya yang sering muncul
meski ku merasa bersalah karenanya.
Tak cukupkah deritaku
selama ini?
Di sini, di penghujung
tahun ini ku bertanya.
Sejak kapan sakit ini
terasa?
Kapan akan berakhir?
Aku sering kali merasa
lelah dengan air mata rahasia ini.
Air mata yang hanya
kita berdua yang tahu.
Air mata yang terkadang
tersembunyi di balik manisnya senyuman.
Tak seorang pun tahu
selain Engkau karena Aku memang tak pernah bercerita pada siapapun.
Bodohnya karena biarpun
tak pernah berbicara atau sekedar menepuk-menepuk menenangkanku,
Aku tetap percaya dan
berlari pada-Mu akan semua masalah.
Atau, mungkin Aku
memang sangat bodoh hingga tak bisa
mendengar dan merasakanmu?
Aku memang tak tahu
kepada siapa harus mencurahkan segalanya.
Aku merasa nyaman dan
percaya hanya pada-Mu.
Aku yakin Engkau
menjagaku dari kerapuhan dan kehancuran yang kapan pun bisa terjadi.
Maaf bila terlalu
bergantung pada-Mu!
Bagaimana ini?
Bagaimana jika Engkau
bosan?
Pernahkah Engkau
merasakan itu?
Bagaimana jika
benar-benar terjadi?
Akankah Engkau
mengirimkan penjaga pengganti untukku?
Tak apa jika Engkau
bosan.
Tetapi, Aku akan tetap
berbicara pada-Mu.
Kau boleh mengacuhkanku,
terserah!
Jika Engkau mengirimkan
penjaga pengganti untukku,
setidaknya berikanlah
sedikit cerita tentangku padanya.
Buatlah ia mengerti dan
sedikit dan bersedia bersabar padaku.
Jika kelak penjaga
pengganti-Mu ada disisiku,
Aku tetap akan
berbicara pada-Mu.
Karena tak ada yang
seperti-Mu
Karena ku yakin Engkau
tetap mendengarku
Karena ku percaya
pada-Mu
Selalu percaya.
I Hate Rich Man
Di masyarakat Indonesia
MBA merupakan aib bahkan single parent saja masih dipandang sebelah mata. Orang
kaya yang menganggap rendah orang yang bukan dari kalangannya dan menganggap
masalah bisa diselesaikan dengan uang. Buku ini membahas tidak jauh dari
masalah ini yang tentunya dibumbui dengan masalah cinta.
Miranda adalah seorang
single parent karena masa lalunya. Hubungan dengan anaknya lebih terlihat
sebagai adik dan kakak, dia membiarkan orang-orang menganggap seperti itu tanpa
berusaha meluruskannya. Dia memang cuek dan berjiwa muda. Hal ini ditunjang
dengan gaya berpakaian dan parasnya yang memang terlihat lebih muda dari yang
sebenarnya.
Miranda meski kaya tapi
tak cukup kaya untuk ada dikalangan orang tua murid tempat anaknya bersekolah. Anaknya,
Nino, memang sangat pintar dan berprestasi hingga mendapatkan beasiswa 6 tahun
di sekolah bertaraf internasional. Jadi, di sanalah dia terpaksa harus bertemu
dengan sebagian orang-orang kaya menyebalkan yang tak dia sukai bukan hanya
karena tingkah mereka tapi karena pengalaman masa lalunya.
Adrian adalah pria yang
sangat kaya dan tampan. Dia menjadi wali anak perempuan temannya setelah mereka
meninggal. Selain mengurus usahanya sendiri dia juga mengurus harta peninggalan
temannya. Dia sangat menyayangi dan bersedia melakukan segala cara untuk
melindungi anak walinya, Jesica. Dia tidak ingin ada yang mendekati Jezz karena
harta peninggalan orang tuanya.
Nino dan Jezz ternyata berpacaran.
Adrian yang mengenal Miranda sebagai kakak Nino kemudian menculiknya dan
mengaku sebagai tunangan Jezz. Bagaimana ketika mereka berusaha memisahkan Nino
dan Jezz? Bagaimana reaksi Miranda, yang membenci orang kaya, terhadap Adrian?
Bagaimana ketika cinta berbicara dalam hubungan mereka?
Kisah ini diceritakan
dengan gaya yang ringan dan menyenangkan. Namun yang menarik dari buku ini
bukan hanya kisah cintanya tapi juga dapat memberi kita pandangan terhadap
orang yang berbeda dengan kita. Bagaimana sesuatu di masa lalu mengubah
seseorang. Bagaimana pengalaman menempa seseorang. Sangat manusiawi meski
sebagian orang menafikannya tapi ini benar-benar terjadi dalam masyarakat kita
dan semakin parah. Sesuatu yang negative tak mesti harus dilihat dengan negative
pula. Pelajaran yang diperoleh dari setiap buku berbeda bagi setiap pembacanya.
So, beli sendiri deh!
Langganan:
Postingan (Atom)


